Sinyal Tangan Pengemudi

EtikaBahasaTangan-011

autobild.co.id – Tiap mobil modern tentu telah dilengkapi dengan berbagai lampu. Kelengkapan lampu standar seperti sein, lampu depan dan belakang itu bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pengendara lainnya. Tapi bagaimana jika lampu-lampu itu tiba-tiba malfungsi ketika sedang ber­kendara di jalan raya, semisal akibat bohlam putus atau ada masalah kelistrikan dan mencari bengkel terdekat?

Perawatan berkala memang menjadi langkah preventif untuk meminimalisasi masalah lampu atau kelistrikan seperti itu. Karena beberapa pengecekan mekanik bengkel mencakup sistem lampu. Tapi bukan tidak mungkin, meski sudah melakukan servis mobil secara rutin, lampu malfungsi masih bisa terjadi. Lalu apa yang perlu dilakukan jika ingin melakukan manuver di jalan seperti belok, ingin berhenti karena ada objek di depan, atau memberi jalan pengemudi lain?

Pada kondisi seperti itu, Anda perlu memberi sinyal bagi pengemudi lain untuk mengkomunikasikan apa yang hendak Anda lakukan. Sehingga pengemudi lain dapat mengerti maksud Anda sekaligus menghindari terjadinya insiden yang tidak perlu. Pemberian sinyal ini bisa dilakukan menggunakan satu tangan. Hal yang perlu diingat adalah pemberian sinyal tangan ini dilakukan sebentar saja agar tangan Anda dapat memegang setir kembali.

Di beberapa negara, pemberian sinyal dengan tangan oleh pengemudi mobil hanya diberikan bagi pengendara sepeda dan sepeda motor. Walau lampu mobil berfungsi dengan baik. Tapi di negara lainnya termasuk Indonesia, sinyal dengan tangan ini juga termasuk untuk pengemudi mobil lain.

Selain untuk melakukan manuver mengemudi, sinyal tangan ini juga dapat memberi penjelasan lain. Nah, ketimbang berpantomim tidak jelas, simak beberapa sinyal tangan yang perlu diketahui setiap pengemudi dan bisa diterapkan ketika beberapa lampu mobil Anda tadi tiba-tiba bermasalah.

 

 

 

 

1. Belok kanan
Untuk belok kanan, Anda perlu mengeluarkan tangan kanan Anda sejajar dengan bahu dan hadapkan telapak ke depan. Sinyal ini diberikan bagi pengemudi di belakang maupun yang berpapasan dan cara ini berlaku internasional.

2. Belok kiri
Ketika ingin belok kiri, keluarkan tangan kanan sejajar bahu dengan telapak menghadap depan. Lalu gerakkan tangan berputar berlawanan jarum jam. Sinyal tangan ini juga berlaku internasional.

3. Mengurangi kecepatan hingga berhenti
Sinyal tangan ini diberikan ketika ada penyeberang jalan di depan, terutama di area zebra cross atau zona selamat sekolah. Karena bisa jadi pengemudi di belakang tidak melihat apa yang ada di depan Anda. Hadapkan telapak tangan ke bawah dan digerakkan dari atas ke bawah beberapa kali.

4. Mempersilakan mendahului
Bisa jadi karena Anda ber­kendara terlalu pelan atau pengemudi belakang sedang terburu-buru dan menguntit dekat mobil Anda, berikan sinyal tangan dengan telapak tangan menghadap depan dan digerakkan dari belakang ke depan 2-3 kali. Sinyal ini untuk mempersilakan pengemudi di belakang untuk mendahului.

5. Meminta jalan
Sedikit berbeda dengan ketika belok kiri dan kanan, sinyal ini diberikan ketika Anda meminta jalan pada pengemudi dari arah berlawanan. Keluarkan ta­ngan kanan Anda dan arahkan ke atas dengan telapak tangan menghadap ke depan. Cara ini juga dilakukan polisi lalu lintas saat meminta mobil untuk berhenti.

6. Berterima kasih
Setelah dipersilakan jalan, Anda perlu memberi tanda mengerti sekaligus berterima kasih. Sinyal tangan yang bisa diberikan adalah dengan menghadapkan telapak tangan Anda ke depan atau thumbs up.

Comment Form