Optimalisasi Fitur Mobil Saat Hujan

INTERMITTER

Berbagai fitur canggih telah disematkan agar berkendara saat hujan dapat dilakukan dengan aman. Tak hanya mengetahui perannya, pemilik mobil juga perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan agar ia mampu bekerja optimal ketika diperlukan. Jangan sampai fitur-fitur yang diperlukan saat hujan ini malah malfungsi dan berpotensi menimbulkan celaka.

Intermittent Wiper
Wiper memiliki kontrol intermittent (jeda). Gunanya adalah memberikan jeda yang sesuai dengan frekuensi rintik hujan yang jatuh di kaca kendaraan. Karenanya, posisikanlah jeda sesuai dengan frekuensi rintik hujan. Jika wiper bergerak cepat tanpa ada hambatan (hujan yang disapu) maka sistem motor dan link wiper akan lebih cepat uzur.

Defogger
Defogger merupakan fitur standar dalam setiap kendaraan. Biasanya sistem ini terdapat di kaca belakang, dan spion. Gunanya adalah untuk menghangatkan kaca agar tak tercipta lapisan embun di kaca. Tak perlu menyalakan defogger jika kaca belum berembun karena hanya membuat daya listrik terbuang sia-sia.

Fog Lamp
Lampu ini didesain dengan daya pancar dan pancaran warna yang mampu menembus kabut. Pada saat hujan, seringkali timbul kabut. Di saat itulah lampu ini wajib untuk dinyalakan. Menggunakan lampu kabut sebaiknya seperlunya saja, jangan digunakan saat tidak hujan, bahkan di siang hari lantaran dapat memperpendek umur mika lampu kabut.
Toyota-Avanza_back

Rear Foglamp
Pada beberapa mobil sudah dilengkapi dengan rear foglamp. Cahaya yang dihasilkan piranti ini jauh lebih terang. Alhasil, mobil di belakang kendaraan Anda akan lebih bisa menjaga jarak aman. Tapi jangan lupa menonaktifkan piranti ini saat hujan telah reda. Jika tidak, pengemudi di belakang akan terganggu pandangannya akibat silaunya cahaya yang dihasilkan.

Traction Control
Traction Control (TC) fungsinya untuk mendeteksi hilangnya traksi roda terhadap permukaan jalan. Ini bisa terjadi pada mobil-mobil yang bertenaga besar atau yang sedang melibas genangan air.    Prinsip kerja TC, saat terjadi gejala slip, mesin secara otomatis akan mengurangi tenaga pada putaran roda. Efeknya, roda akan kembali mendapat traksi dan pengendalian mobil dapat kembali normal. Cairan Wiper
Jika dahulu cairan wiper hanya menggunakan air murni, perkembangan teknologi menghasilkan cairan wiper yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Beberapa cairan bahkan memiliki kemampuan untuk membuat kaca menjadi makin mudah mengalirkan air. Yang penting jangan gunakan cairan yang bisa memproduksi busa tinggi karena bisa mengganggu daya pandang.

Comment Form