Apa Pengaruh Roof Box pada Handling Mobil?

avanzaroof

Mobil 7 penumpang sering menjadi alternatif terbaik untuk berwisata dengan keluarga, Sayangnya ketika dimuati 7 orang, ruang yang tersisa untuk barang menjadi sangat sedikit.

Solusi cerdas yang ditawarkan beberapa produsen aftermarket adalah roof box alias boks atap. Barang-barang bisa diletakkan secara aman di atas atap, membuat ruang penumpang tak terganggu lagi dengan barang bawaan.

Ada banyak merek boks atap yang ditawarkan. Dari tipe relatif murah seharga Rp 2-3 jutaan, hingga mewah dengan harga Rp 10 juta lebih. Semuanya memiliki tujuan sama, menyediakan ruang untuk barang di atas secara aman dan praktis, tapi ketika berbicara masalah aman, selain barang-barang kita juga mesti memperhatikan keselamatan mobil secara keseluruhan. Tentu saja mudah untuk memahami secara logika, beban berat yang diletakkan di atas mobil akan membuatnya lebih tidak stabil saat menikung.

Berdasarkan rumus momen torsi sederhana yakni gaya dikali jarak, maka meletakkan beban 50 kg di atap misalnya, akan memiliki efek oleng sama dengan meletakkan beban 250 kg di lantai. Karena jarak boks atap ke roda sekitar 5 kali lebih panjang ketimbang jarak lantai kabin ke roda.
Setelah di test hasilnya seperti yang telah di prediksi ternyata Mobil dengan beban 50 kg di atap memiliki kecenderungan oleng sekitar 20% lebih besar. Kalau di saat kosong ketika menikung maksimal mobil oleng 10,5 derajat. Saat diisi beban, kemiringan ini bertambah hingga 12,9 derajat. Walaupun gaya G yang dihasilkan relatif sama, tapi saat ada beban di atap, sebagian gaya G yang terukur ini diakibatkan kemiringan mobil yang lebih parah.

Kemiringan lebih ekstrem juga menimbulkan efek samping lain yakni hilangnya traksi di roda depan bagian dalam. Hal ini membuat hampir seluruh cengkeraman yang dibutuhkan harus ditanggung oleh sisi luar ban saja. Artinya mobil akan lebih mudah lepas kendali di kecepatan sama.
Sedangkan untuk sektor pengereman kami tak menemukan efek buruk pada jarak. Figur yang dihasilkan relatif mirip antara ada beban di atap maupun tidak. Tapi karena mobil lebih menukik ke depan, saat pengereman maksimal kami tak menyarankan Anda untuk mengubah arah kemudi. Entengnya beban di belakang saat menukik akan membuat buritan lebih mudah bergeser.

Satu hal yang mesti Anda perhatikan adalah saat melewati jalan bergelombang yang tidak rata antara kanan dan kiri. Efek oleng yang terjadi juga lebih drastis dan suspensi butuh waktu lebih lama untuk mengembalikan posisi mobil. Di kecepatan 60 km/jam atau lebih rendah mungkin tak terlalu terasa, tapi di kecepatan lebih tinggi fenomena ini la­yak diwaspadai.

Sebaiknya saat anda membawa beban berat di roofbox anda harus mengemudi dengan halus terutama pada saat menikung anda harus menurunkan kecepatan lebih dari yang biasanya.

2 Comment to “Apa Pengaruh Roof Box pada Handling Mobil?”

  1. wira putra jasa says:

    wow……edukasi yang sangat berguna……krn saya salah satu type keluarga yang sering berpergian ke luar kota menggunakan roof box……bravo nasmoco

Comment Form