Toyota Temukan Logam Pengganti Untuk Membangun Mobil Hybrid

toyota-hybrid-x-concept-1

Salah satu faktor yang membuat kendaraan-kendaraan (mobil) berteknologi Hybrid dibanderol dengan harga yang cukup mahal itu dikarenakan material dasar pembuatannya. Seperti yang dilakukan oleh Toyota, mereka membuat mobil-mobil hybrid dengan bahan logam bumi yang langka dan ketersediannya pun terbatas.

Tapi seperti yang dilaporkan laman Caradvice beberapa waktu lalu, pabrikan mobil asal Jepang ini akhirnya berhasil menemukan solusi permasalahan tersebut. Toyota dikabarkan telah menemukan “jalan”  lewat sebuah teknologi yang dipercaya siap untuk memproduksi mobil-mobil hybrid dan elektrik bahkan untuk waktu dua tahun ke depan.

“Hingga kini masih masih mengembangkan riset logam pengganti tersebut. Jadi, hingga saat ini kami masih belum bisa memprediksikan kapan logam pengganti itu bisa menyentuh pasar (diproduksi),” ujar salah satu juru bicara Toyota kepada Reuters, beberapa waktu lalu.

Neodymium dan Dysprosium merupakan dua jenis logam yang biasa digunakan untuk memproduksi mobil-mobil hybrid maupun mobil-mobil elektrik. Oleh sebab itu, tak heran jika banyak perusahaan manufaktur mobil yang mencari logam langka ini untuk membantu produksi kendaraan mereka.

Negeri Ginseng, China, dikenal mampu menghasilkan 95 persen dari logam langka tersebut. Namun belakangan, negara tersebut mulai mengungkapkan niatnya untuk membatasi ekspor, seiring ketakutan mereka terhadap potensi penipisan sumber daya alamnya. Hal inilah yang membuat produsen-produsen mobil seperti Toyota mencari alternatif bahan-bahan langka tersebut. Jepang sendiri saat ini diketahui hanya mampu memyumbang sepertiga dari konsumsi logam langka ini.

Comment Form