Toyota Malaysia Gelar Pendidikan Lalu Lintas Untuk Anak TK

ttt-02 (1)

Penanaman tertib lalu lintas dan keselamatan dalam berkendara memang harus dilakukan sejak dini. Seperti yang dilakukan oleh Toyota di Malaysia (UMW Toyota Motor), beberapa waktu lalu mereka meluncurkan program Toyota Traffic Tots (TTT). Program ini sendiri merupakan program keselamatan dalam berkendara yang didesain khusus agar bisa diterima oleh anak-anak TK disana.

Dikutip dari laman Paultan beberapa waktu lalu, peluncuran TTT diresmikan oleh Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Kong Cho Ha. Lebih dari 300 tamu undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, guru, dan anak-anak dari pusat Smart Reader Worldwide, hadir dalam acara tersebut.

TTT itu sendiri merupakan perpanjangan dari Program Safety Road yang dicanangkan oleh Toyota sejak lima tahun lalu. Bermitra dengan Road Safety Department dan Smart Reader Worldwide di Malaysia, TTT akan muali dengan sepuluh anak TK Smart Reader di Klang Valley, Malaysia, tahun ini. Program ini nantinya akan berkembang dengan 20 anak pada tahun berikutnya, dan 30 pada 2014 mendatang.

Roda Safety Education (RSE) yang merupakan program kerjasama antara Menteri Transportasi dan Menteri Pendidikan di Malaysia akan mengajarkan keselamatan di jalan bagi anak-anak sekolah (mencakup anak-anak sekolah dasar dan menengah).

“Pesan utamanya adalah kesadaran keselamatan di jalanan harus dimulai sejak dini, sehingga nilai-nilai keselamatan itu dapat tertanam di dalam diri seorang anak. Oleh sebab itu, TTT bangga untuk menjadi perintis hal ini guna meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara diantara anak-anak muda,” ujar Ismet Suki, Presiden UMWT.

Dalam program ini, anak-anak akan diberikan pengetahuan keselamatan di jalan raya sesuai dengan usia mereka. Ada du kategori yang akan diajarkan yakni keselamatan/keamanan penumpang dan keselamatan pejalan kaki. Yang pertama akan mencakup pelajaran tentang pentingnya memakai sabuk pengaman dan mengidentifikasi rambu-rambu lalu lintas. Sementara yang kedua akan terdiri dari pelajaran tentang bahaya jalan dan kendaraan.

Pelajaran ini akan dilakukan selama satu jam setiap bulannya. Sedangkan guru yang dipilih untuk menerapkan modul pembelajaran itu sendiri sebelumnya akan diberikan pelatihan dan pengajaran secara spesifik terlebih dahulu.

Contoh yang sangat baik bukan? Apakah Toyota di Tanah Air juga akan menerapkan hal yang sama?

Comment Form