Tips Aman Menyetir Mobil Saat Hamil

SANYO DIGITAL CAMERA

Mengemudi ketika hamil memang seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, ketika hamil juga seringkali banyak perempuan yang merasa khawatir akan kondisi kesehatan sang bayi yang belum lahir. Lantas, apa perempuan yang sedang mengandung itu tidak boleh menyetir?

Jawabannya tidak. Perempuan hamil bukanlah orang yang sakit, sehingga ia bebas beraktivitas. Bahkan sebagian saran dari dunia kesehatan menyarankan perempuan hamil justru harus banyak bergerak, salah satunya adalah mengemudi.perempuan hamil diperbolehkan menyetir mobil dengan syarat tidak ada keluhan rasa sakit serta usia kandungan belum memasuki tujuh bulan.

Jadi, ketika usia kehamilan memasuki usia tujuh bulan, perempuan hamil disarankan untuk tidak menyetir mobil sendiri. Nah, mengapa kandungan dengan usia dibawah tujuh bulan masih diperbolehkan menyetir? Jawabannya adalah, pada usia kandungan di bawah tujuh bulan, perut ibunda masih relatif kecil dan janin masih bisa bebas bergerak dalam air ketuban yang bersigat meredam getaran.

Untuk melindungi keamanan Anda sendiri, serta keselamatan bayi yang belum lahir, berikut ini adalah beberapa tips/tindakan pencegahan ekstra yang perlu diambil ketika menyetir mobil.

  1. Upayakan untuk selalu membawa minuman, baik air putih, teh, atau jus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Ini disebabkan karena perempuan hamil cenderung lebih banyak mengeluarkan keringat. Selain itu, air juga dapat membantu mencegah rasa mual ketika mengemudi.
  2. Upayakan untuk memiliki stiker yang menandakan bahwa perempuan hamil sedang mengemudi kendaraan. Ini membantu memberitahu pengguna jalan lain bahwa mobil di depannya sedang dikemudikan oleh seorang perempuan hamil.
  3. Gunakan mobil yang bersuspensi lembut dan hindari mobil besar seperti mobil Jip.
  4. Selalu gunakan sabuk pengaman untuk menghindari benturan pada perut dan setir jika mobil terpaksa berhenti mendadak. Sabuk pengaman cukup aman digunakan karena desainnya tidak menekan bagian rongga rahim.
  5. Upayakan untuk tidak mengemudi jarak jauh tanpa mengambil istirahat. Ambillah waktu istirahat sesering mungkin dan kendorkan kaki dan badan Anda. Jalan beberapa langkah setiap kali Anda berhenti untuk istirahat agar peredaran darah pada bagian kaki terjaga dengan baik.
  6. Hindarai jalan yang jelek atau berlubang untuk mengurangi efek guncangan pada rahim yang bisa menimbulkan trauma pada kehamilan. Jika terpaksa harus melewati jalan tersebut, selalu kurangi kecepatan untuk menghindari guncangan keras.
  7. Mundurkan jok mobil untuk memberi ruang lebih besar agar lingkar kemudi mpbil tidak mengenai perut.
  8. Hindari mengemudi pada waktu malam hari.

Itulah beberapa tips yang akan berguna bagi perempuan hamil yang aktif menyetir mobil. Jangan biarkan perut yang semakin membuncit menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Tapi, satu hal yang wajib diingat sebelum mengemudi mobil bagi perempuan hamil adalah memastikan kondisi badan dalam keadaan yang benar-benar sehat serta tidak ada gangguan kehamilan.

Comment Form