Menguji Innova Arungi Jalur Mudik Media Indonesia

file_f_1285517610.gif

Release Date : Kamis, 23 September 2010
Media : Media Indonesia, at page 18, size 1085 mmk
Journalist : (Pun/S-2)

MEMBAYANGKAN sebuah perjalanan mudik saat libur Lebaran dari Jakarta ke Jawa Tengah melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa tentu akan sangat melelahkan.

Pada musim mudik tahun ini, Media Indonesia berkesempatan menggunakan sekaligus menguji Kijang Innova yang dipinjamkan PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk menemani perjalanan, dua pekan lalu.

Meski fisik dan mental sudah disiapkan untuk menghadapi kemacetan panjang khas arus mudik, pada awalnya tetap tebersit kekhawatiran apakah mobil yang dipakai ini akan mampu memberikan kenyamanan selama perjalanan atau justru akan menambah kepusingan pengendara dengan masalah-masalahnya.

Maklum mobil yang kita uji bertransmisi manual, yang sering kali membuat kaki pegal saat menempuh jalanan padat merayap yang panjang. Selain itu, di benak orang selama ini, Innova terutama yang keluaran awal, punya kelemahan pada konsumsi bahan bakarnya yang cukup boros.

Dua hal itulah yang boleh dibilang menjadi perhatian utama Media Indonesia dan tiga rekan lain saat memulai perjalanan, Rabu (8/9). Selain, tentunya ingin pula menguji ketangguhan mesin dan kenyamanan kabin beserta
perangkat-perangkat di dalamnya. Tak salah memang bila H-2 Lebaran disebut sebagai puncak-puncaknya arus mudik 2010.

Kami yang berangkat malam hari sekitar 23.30 WIB pun sudah disambut dengan kepadatan arus mulai dari Tol Cikampek.

Selama perjalanan, Kijang Innova yang dibekali mesin Toyota tipe 1TR-FE 2.000 cc VVT-i terbukti cukup andal dengan kemampuan tarikannya yang cukup mantap. Meski sejumlah karakter jalan yang kami lewati bervariasi, mulai dari padatnya jalan tol hingga jalan berliku diselingi tanjakan di Subang, mesin Innova terasa tangguh saat melewatinya.

Teknologi VVT-i juga membuat kerja menjadi lebih efisien sehingga konsumsi BBM Innova pun tak seboros pendahulunya. Enaknya lagi, mesin Innova masih memungkinkan untuk diisi bahan bakar premium bertimbal. Faktor ini tentu saja penting karena di sepanjang jalur pantura tidak banyak SPBU yang menyediakan Pertamax.

Yang juga menjadi surprise bagi kami, transmisi manual Innova tak membuat pegal kaki kiri pengemudi. Injakan kopling dengan sistem throttle by wire yang empuk serta perpindahan antargigi yang smooth sangat membantu pengemudi, terutama di saat harus berhadapan dengan kemacetan dan lika-liku tanjakan.

Di bagian belakang, penumpang juga dimanjakan dengan lapangnya kabin Innova. Dominasi warna beige di hampir seluruh ruangan terasa meneduhkan, ditambah fasilitas reclining di setiap kursinya dan AC double blower yang desainnya tak memakan tempat karena menyatu dengan atap ruang, membuat perjalanan yang panjang pun tetap nyaman untuk dinikmati.

Hasilnya, perjalanan kami yang menghabiskan waktu hampir’24 jam dari Jakarta menuju Temanggung menjadi terasa tak melelahkan dan siap melanjutkan perjalanan di keesokan harinya untuk bersilaturahim dan berekreasi. Tentu saja masih bersama Innova. (Pun/S-2)

Comment Form