Bikin Girboks ala Close Ratio Otomotif

file_f_1283057775.gif

Release Date : Kamis, 26 Agustus 2010
Media : Otomotif, at page 14, size 625 mmk
Journalist : Rio
Source : Iwan Abdurahman, technical trainer PT. Toyota Astra Motor

Punya SUV andalan macam Toyota Kijang Innova punya segudang kelebihan. Tak hanya kapasitas kabin besar dengan mesin bertenaga, apalagi kalau pilih varian bermesin diesel yang punya torsi berlimpah 260 Mm. Transmisi otomatis yang digunakan pasti tak hanya bikin nyaman perjalanan, tapi tetap tak ketinggalan kala harus dipakai nyalip sana-sini.

“Enaknya, transmisi otomatis Innova bisa disetel supaya perpindahan giginya lebih responsif,” jelas Andreas, tuner bengkel Phoenix-R di Gading Auto Center Lt.3, Jakut. Maksudnya, kalau misal berkendara di posisi D dan pengemudi tinggal menerima karakter transmisi seperti aslinya, kini setidaknya bisa sedikit lebih agresif. Siapa tahu mau nyusul bus malam kala mudik kan.

Nah yang digeser adalah speed sensor yang posisinya ada di sebelah kiri rumah transmisi. “Gunanya mengkombinasikan speed dari mesin yang kemudian diolah datanya oleh ECU transmisi, agar perpindahan gigi bisa seefisien mungkin,” papar Iwan Abdurahman, technical trainer PT. Toyota Astra Motor. Speed sensor ini ada 2 buah, yang satu lagi terletak di sisi belakang girboks. Nah, yang sisi belakang memberikan data berapa putaran gigi transmisi yang menuju poros roda.

Karena sudah dibikin sepresisi mungkin, sebenarnya speed sensor tersebut sudah fixed alias tidak bisa diubah-ubah. Gunanya meredam shin shock atau hentakan yang biasa terjadi ketika perpindahan gigi. “Lagipula kalau sampai diubah akan menggugurkan warranty,” lanjut Iwan lagi.

Namanya dunia modifikasi, pasti ada saja yang senang utak-atik demi kepuasan pribadi. Karena begitu sensor ini digeser, maka pembacaan ECU terhadap putaran gigi transmisi akan berbeda tergantung putarannya (Gbr.2). “Tujuannya sih supaya ketika perpindahan gigi, putaran mesin tidak drop terlalu jauh,” ujar Andre. Misalkan perpindahan gigi terjadi di putaran mesin 3.500 rpm, lalu drop hingga 2.000 rpm, maka geseran sensor tadi akan sedikit menaikkan putaran mesin supaya tetap bertenaga (Gbr.3).

Tapi bukan seperti transmisi close ratio ya. Pun bukan untuk menaikkan tenaga maksimum. Nah menggesernya perlu memodifikasi dudukan bautnya. Karena dudukan sensornya sudah fixed, maka dudukan baut pemegangnya yang digeser. Otomatis pembacaan sensor akan ikut berubah. “Puter ke kiri supaya girboks lebih responsif, begitu sebaliknya kalau ingin perpindahan gigi lebih smooth (Gbr.4),” terang tuner murah senyum ini.

Sekarang tinggal pilih mau bikin Innova seperti pakai kopling ganda, atau jalan santai deh. Tapi ingat garansi gugur ya! Rio

Comment Form